RSS

Apa Itu Ilmu?

Look at http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/filsafat_ilmu/bab4-apa_itu_ilmu.pdf

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Litium


Litium

Ditulis oleh Yulianto Mohsin pada 12-06-2006
Sejarah
(Yunani, lithos, batu). Ditemukan oleh Arfvedson pada tahun 1817, litium merupakan unsur logam teringan, dengan berat jenis sekitar setengahnya air.

Sumber
Litium tidak ditemukan sebagai unsur tersendiri di alam; ia selalu terkombinasi dalam unit-unit kecil pada batu-batuan berapi dan pada sumber-sumber mata air. Mineral-mineral yang mengandung litium contohnya: lepidolite, spodumeme, petalite, dan amblygonite.

Di Amerika Serikat, litium diambil dari air asin di danau Searles Lake, di negara bagian California dan Nevada. Deposit quadramene dalam jumlah besar ditemukan di California Utara. Logam ini diproduksi secara elektrolisis dari fusi klorida. Secara fisik, litium tampak keperak-perakan, mirip natrium (Na) dan kalium (K), anggota seri logam alkali. Litium bereaksi dengan air, tetapi tidak seperti natrium. Litium memberikan nuansa warna pelangi yang indah jika terjilat lidah api, tetapi ketika logam ini terbakar benar-benar, lidah apinya berubah menjadi putih.

Kegunaan
Sejak Perang Dunia II, produksi logam litium dan senyawa-senyawanya menjadi berkali lipat. Karena logam ini memiliki spesifikasi panas yang tertinggi di antara benda-benda padat, seringkali digunakan pada aplikasi transfer panas. Tetapi perlu diingat bahwa logam ini sangat mudah aus atau korosif dan perlu penanganan tertentu. Litium digunakan sebagai bahan campuran logam, sintesis senyawa organik dan aplikasi nuklir. Unsur ini juga digunakan sebagai bahan anoda pada baterai karena memiliki potensial elektrokimia yang tinggi. Elemen litium digunakan pula untuk pembuatan kaca dan keramik spesial. Kaca pada teleskop di gunung Palomar mengandung litium. Bersama dengan litium bromida, keduanya digunakan pada sistem pendingin dan penghangat ruangan. Lithium stearat digunakan untuk sebagai lubrikasi suhu tinggi. Senyawa-senyawa litium lainnya digunakan pada sel-sel kering dan baterai.


KETERANGAN UNSUR:

  • Simbol: Li
  • Radius Atom: 1.55 Å
  • Volume Atom: 13.1 cm3/mol
  • Massa Atom: 6.941
  • Titik Didih: 1615 K
  • Radius Kovalensi: 1.23 Å
  • Struktur Kristal: bcc
  • Massa Jenis: 0.53 g/cm3
  • Konduktivitas Listrik: 0 x 106 ohm-1cm-1
  • Elektronegativitas: 0.98
  • Konfigurasi Elektron: [He]2s1
  • Formasi Entalpi: 3 kJ/mol
  • Konduktivitas Panas: 84.7 Wm-1K-1
  • Potensial Ionisasi: 5.392 V
  • Titik Lebur: 453.7 K
  • Bilangan Oksidasi: 1
  • Kapasitas Panas: 3.582 Jg-1K-1
  • Entalpi Penguapan: 147.1 kJ/mol

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Derajat Keasaman, pH (potential of Hydrogen)


Mungkinkah pH Larutan Negatif?
Kimia dari About dot com http://urip.wordpress.com Mungkinkah pH larutan negatif? Jawaban singkatnya, MUNGKIN!
Kenapa tidak mungkin, hitungan secara teoritis ini sangat mungkin kok!. Ini hanya terjadi pada asam kuat dengan konsentrasi yang lebih dari 1 M. Kita bisa periksa menggunakan rumus pH = -log [H+], misalnya larutan HCl 10M maka kalkulasinya menghasilkan nilai -1. Jadi ini mungkin banget kan?! Tetapi adakah alat (pH meter) yang sanggup mengukur nilai sampai pH -1? Ini lain lagi masalahnya. Dalam literatur dinyatakan rentang pH itu antara 0 - 14. Itu saja dibatasi kalau larutannya encer (tidak lebih dari 1 M). Pada alat ukur derajat keasaman ini bekerja dengan menggunakan larutan pembanding tertentu. Atau dengan kata lain alat tersebut perlu dikalibrasi terlebih dahulu sebelum digunakan. Jadi pH juga berharga relatif, belum lagi diukur pada kondisi bagaimana, misal pada suhu berapa derajat atau tekanan berapa atm.
Jadi setiap asam yang menghasilkan konsentrasi ion hidrogen dengan molaritas lebih besar dari 1 yang dihitung memiliki pH negatif. Misalnya, pH HCl 12M dihitung menjadi -log (12) = -1,08. Namun, Anda tidak bisa hanya mencelupkan elektroda pH kaca dalam HCl dan mengukur pH negatif. pH elektroda gelas mengalami defek (catat) yang disebut 'acid error' yang menyebabkan ia mengukur pH lebih tinggi dari pH nyata. Hal ini sangat sulit untuk diterapkan koreksi untuk cacat ini untuk mendapatkan nilai pH benar. Juga, asam kuat konsentrasi tinggi tidak sepenuhnya terurai dalam larutannya . Dalam kasus HCl, beberapa hidrogen akan tetap terikat dengan klorin, sehingga dalam hal ini pH nyata akan lebih tinggi daripada pH yang dihitung dari molaritas asam. Keadaan yang lebih rumit jika aktivitas atau konsentrasi efektif ion-ion hidrogen dalam asam kuat pekat yang lebih tinggi dari konsentrasi yang sebenarnya. Hal ini karena ada begitu sedikitnya air sebagai pelarut per unit asam. Sementara pH umumnya dihitung sebagai -log [H +](negatif logaritma dari molaritas ion hidrogen), akan lebih akurat untuk menulis pH = - log aH+ (pH = negatif logaritma dari aktivitas ion hidrogen). Pengaruh aktivitas ion hidrogen ini sangat kuat, dan membuat pH jauh lebih rendah daripada yang kita harapkan dari molaritas asam. Jadi ... Anda tidak dapat mengukur pH yang sangat rendah secara akurat dengan pH elektroda kaca dan sulit untuk mengatakan apakah pH itu ditentukan oleh peningkatan aktivitas ion hidrogen lebih dari yang disebabkan oleh terurainya asam secara tidak sempurna. pH negatif adalah mungkin, tetapi bukan sesuatu yang bisa ditunjukkan secara nyata.Pertanyaannya: untuk apa sih sesungguhnya kita menentukan pH larutan, bukannya sudah cukup diwakili dengan satuan konsentrasi MOLAR? Ini pertanyaan yang sering muncul. Jawabannya pasti SAUDARA sudah tahu?! :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Elektroplating sebagai Media Pembelajaran untuk menjelaskan Hukum Faraday

Elektroplating sebagai Media Pembelajaran untuk menjelaskan Hukum Faraday
oleh: Ponijan (NIM 90509011)
Magister Pengajaran Kimia, SPS ITB

Abstrak

Elektroplating termasuk topik yang dibahas dalam materi elektrokimia di sekolah menengah umum dan MA. Elektroplating adalah proses pelapisan pada permukaan suatu bahan dengan menggunakan prinsip elektrolisis. Selama ini, pengetahuan siswa terhadap elektrolating dalah sebatas hasil industri yang menghasilkan benda-benda terlapisi logam, peralatan olahraga, alat-alat elektronika dan sebagainya. Sedangkan pada proses pembelajaran tentang elektroplating belum begitu dikembangkan dalam kegiatan praktikum. Untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang materi ini, maka dibuat rancangan percobaan tentang proses elektroplating. Dari penelitian yang sudah dilakukan, didapatkan bahwa keterkaitan antara elektroplating dengan konstanta faraday antara lain melalui berat endapan, waktu, kuat arus, suhu dan faktor koreksi. Hasil penelitian ini pada penggunaan arus yang kecil antara 0,5 - 1,0 A hasil rata-rata konstanta Faraday sebesar 72.220 sampai 90.868 coulomb mol^-1. Sedangkan untuk kuat arus yang lebih besar (2,0 A) diperoleh perhitungan harga konstanta Faraday sebesar 130.816 C mol^-1. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dibuat rancangan praktikum dengan kondisi yang menghasilkan nilai konstanta Faraday.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Memahami Konsep Energetika dan Kesetimbangan Reaksi Kimia pada Sel Galvani

Memahami Konsep Energetika dan Kesetimbangan Reaksi Kimia pada Sel Galvani
oleh: Hendra Yeni, NIM 905090122
Prodi Magister Pengajaran Kimia
Sekolah Pascasarjana ITB

Abstrak

Energetika dan kesetimbangan kimia merupakan materi pembelajaran yang dipelajari di SMA maupun di Perguruan Tinggi pada pokok bahasan yang saling berkaitan. Konsep energetika dan kesetimbangan kimia merupakan topik yang sangat penting dalam mempelajari kimia lebih lanjut. Jika hanya dipelajari dari literatur, siswa sering mengalami kesulitan memahami kedua konsep ini. Kedua konsep ini akan lebih mudah dipahami dengan percobaan. Kedua konsep ini dapat dijelaskan dengan menggunakan sel galvani sebagai model. Pada penelitian ini, sel galvani disusun dari bahan murah dan mudah didapat. Rancangan penelitian ini ditujukan untuk dapat dilakukan di sekolah-sekolah yang memiliki keterbatasan alat-alat laboratorium. Pada penelitian ini digunakan Zn, Fe dan Mg sebagai anoda dan C sebagai katoda, serta menggunakan busa bunga (floral foam) sebagai pengganti jembatan garam. Penelitian ini digunakan untuk menjelaskan hubungan antara persamaan Nerst dan tetapan kesetmbangan.Koefisien suhu, dE/dT juga ditentukan untuk memperoleh hubungan antara perubahan energi bebas Gibbs, perubahan entalpi dan perubahan entropi reaksi yang terjadi. Perubahan entalpi standar dari sel galvani yang menggunakan floral foam ini menunjukkan perbedaan dibandingkan dengan data literatur untuk Zn, Fe, Mg sebagai anoda berturut-turut 1,99 %, 5,8% dan 29,35%. Mengingat kesederhanaan metode yang digunakan, kesalahan ini cukup kecil, keculai pada Mg. Nilai tetapan kesetimbangan yang diperoleh berada pada orde > 10^8 sehingga dapat disimpulkan bahwa energetika dan tetapan kesetimbangan dapat ditentukan dengan menggunakan sel galvani. Selain itu, siswa juga dikenalkan dengan sel galvani alamiah (korosi) dan cara perlindungannya. Laju korosi dapat diperlambat dengan menghubungkan besi dengan logam lain yang memiliki potensial reduksi lebih negatif. Dari hasil penelitian larutan logam yang dapat melindungi besi Mg>>Zn>Al.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Konsep


Pengertian Konsep

Secara umum konsep adalah suatu abstraksi yang menggambarkan ciri-ciri umum sekelompok objek, peristiwa atau fenomena lainnya. Woodruff (dalam Amin, 1987), mendefinisikan konsep sebagai berikut: 


(1) suatu gagasan/ide yang relatif sempurna dan bermakna, 

(2) suatu pengertian tentang suatu objek, 

(3) produk subjektif yang berasal dari cara seseorang membuat pengertian terhadap objek-objek atau benda-benda melalui pengalamannya (setelah melakukan persepsi terhadap objek/benda). 


Pada tingkat konkrit, konsep merupakan suatu gambaran mental dari beberapa objek atau kejadian yang sesungguhnya. Pada tingkat abstrak dan komplek, konsep merupakan sintesis sejumlah kesimpulan yang telah ditarik dari pengalaman dengan objek atau kejadian tertentu.


Dengan menggunakan definisi pembentukan konsep, Woodruff menyarankan bahwa suatu pernyataan konsepsi dalam suatu bentuk yang berguna untuk merencanakan suatu unit pengajaran ialah suatu deskripsi tentang sifat-sifat suatu proses, struktur atau kualitas yang dinyatakan dalam bentuk yang menunjukkan apa yang harus digambarkan atau dilukiskan sehingga siswa dapat melakukan persepsi terhadap proses, struktur atau kualitas bagi dirinya sendiri. 

Dalam hal ini, Woodruff (Amin, 1987) telah mengidentifikasi 3 macam konsep yaitu:
(1) konsep proses: tentang kejadian atau perilaku dan konsekuensi-konsekuensi yang dihasilkan bila terjadi, 
(2) konsep struktur: tentang objek, hubungan atau struktur dari beberapa macam, dan 
(3) konsep kualitas: sifat suatu objek atau proses dan tidak mempunyai eksistensi yang berdiri sendiri.

Pemahaman konsep diperoleh melalui proses belajar. Sedangkan belajar merupakan proses kognitif yang melibatkan tiga proses yang berlangsung hampir bersamaan. Ketiga proses tersebut adalah : (1) memperoleh informasi baru, (2) transformasi informasi, dan (3) menguji relevansi dan ketetapan pengetahuan. (Dahar, 1991)

Sumber: http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2035426-pengertian-konsep/#ixzz1lDL7BPB0

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pendekatan Kontektual dalam Pembelajaran IPA

Pendekatan Kontektual dalam Pembelajaran IPA

Mata pelajaran IPA sebagai proses pembelajaran yang menekankan pada pemberian pengalaman lansung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara alamiah. Pendidikan IPA diarahkan untuk inquiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar (Depdiknas 2006:57). Oleh karena itu pembelajaran IPA di SD menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah.

Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran IPA menurut kurikulum 2004 berorientasi pada siswa. Peran guru bergeser dari menentukan ”apa yang akan dipelajari” ke ”bagaimana menyediakan dan memperkaya pengalaman siswa”. Pengalaman belajar diperoleh melalui serangkaian kegiatan untuk mengeksplorasi lingkungan melalui interaksi aktif dengan teman, lingkungan dan nara sumber lain.

Depdiknas (2006:8) menjelaskan ada beberapa pertimbangan lain yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan pembelajaran IPA di SD yaitu: (1) Empat pilar pendidikan (belajar untuk mengetahui, belajar untuk berbuat, belajar untuk hidup dalam kebersamaan dan belajar untuk menjadi dirinya sendiri). (2) Inquiri sains. (3) Kontruktivisme. (4) Sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat.(5) Pemecahan masalah dan pembelajaran sains yang bermuatan nilai.

Prinsip-prinsip yang dapat diturunkan dari konststruksivisme ialah bahwa anak-anak memperoleh banyak pengetahuan diluar sekolah, dan pendidikan seharusnya memperhatikan hal itu dan menunjang proses alamiah ini. Untuk melaksanakan proses belajar seperti ini Ratnawilis (1989:160) menyarankan beberapa prinsip mengajarkan sains/IPA di Sekolah Dasar sebagai berikut:

(a) Siapkan benda-benda nyata untuk digunakan para siswa.

(b) Pilihlah pendekatan yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak

(c) Perkenalkan kegiatan yang layak, dan menarik, dan berilah para siswa untuk menolak saran-saran guru.

(d) Tekankan penciptaan pertanyaan-pertanyaan dan masalah dan demikian pula pemecahan-pemecahannya.

(e) Anjurkan para siswa untuk berinteraksi

(f) Hindari istilah teknis dan tekankan berpikir.

(g) Anjurkan siswa berpikir dengan cara mereka sendiri.

(h) Perkenalkan ulang (reintroduce) materi dan kegiatan yang sama setelah beberapa tahun.


Siswa menjadikan pengalaman lebih relevan dan berarti dalam membangun pengetahuannya dalam pembelajaran. Siswa mempelajari materi pelajaran yang disajikan melalui konteks kehidupan mereka, dan menemukan arti di dalam proses pembelajaran tersebut.

Sesuai dengan Standar Kompetensi Dasar Tingkat SD/MI 2006 mata pelajaran IPA di SD dalam Depdiknas (2006:57) bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:

(a) Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan dan keteraturan alam ciptaan-Nya.

(b) Mengembangan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

(c) Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, tegnologi dan masyarakat.

(d) Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan.

(e) Meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan alam.

(f) Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan tuhan.

(g) Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP/MTs.


Kompetensi-kompetensi dasar dalam pembelajaran IPA di SD harus ditumbuhkan dalam diri siswa sesuai dengan taraf perkembangan pemikirannya. Kompetensi-kompetensi ini akan menjadi roda penggerak penemuan dan pengembangan fakta dan konsep serta penumbuhan dan pengembangan sikap, wawasan dan nilai. Dengan kata lain lulusan SD diharapkan memiliki kompetensi-kompetensi IPA diaplikasikan dalam kehidupannya.

Penerapan pendekatan kontektual dalam pembelajaran didasarkan adanya kenyataan bahwa sebagian besar siswa tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pemanfaatannya dalam kehidupan nyata. Hal ini karena pemahaman konsep akademik yang mereka peroleh hanyalah merupakan sesuatu yang abstrak, belum menyentuh kebutuhan praktis kehidupan mereka baik dilingkungan kerja, maupun masyarakat (Masnur 2007:40)

Penyusun program pembelajaran yang menggunakan pendekatan kontekstual, dirancang guru yang akan melaksanakan pembelajaran di kelas. Program berisi skenario tentang apa yang dilakukan siswanya sehubungan dengan materi yang akan dipelajarinya. Saran pokok dalam penyusunan program pembelajaran kontekstual menurut Depdiknas (2002:23) adalah sebagai berikut:

(a) Nyatakan kegiatan utama pembelajarannya, yaitu sebuah pernyataan kegiatan siswa yang merupakan gabungan antara kompetensi dasar, materi pokok, dan indikator pencapaian hasil belajar.

(b) Nyatakan tujuan umum pembelajarannya.

(c) Rincilah media untuk melakukan kegiatan itu.

(d) Buatlah skenario tahap demi tahap kegiatan siswa.

(e) Nyatakan authentic assessment-nya, yaitu dengan data apa siswa dapat diamati partisipasinya dalam pembelajaran.



Sebuah kelas dikatakan menggunakan pendekatan kontekstual, jika menetapkan komponen utama pembelajaran efektif ini dalam pembelajarannya. Penerapan pendekatan kontektual secara garis besar menurut Syaiful (2003:92) adalah (1) kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan bekerja sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya; (2) laksanakan sejauh mungkin kegiatan inquiry untuk semua pokok bahasan; (3) mengembangkan sikap ingin tahu siswa dengan bertanya; (4) menciptakan masyarakat belajar; (5) menghadirkan model; (6) melakukan refleksi; (7) melakukan penilaian.

Pembelajaran IPA dengan pendekatan kontektual mendorong para guru untuk memilih dan mendesain lingkungan belajar yang memungkinkan untuk mengaitkan berbagai bentuk pengalaman sosial, budaya, fisik dan psikologi dalam meningkatkan hasil dan keaktifan siswa dalam belajar. Pemanfaatan pendekatan kontekstual akan menciptakan ruangan kelas yang di dalamnya siswa menjadi aktif bukan hanya pengamat yang pasif dan bertanggung jawab dalam belajarnya.

Penerapan pembelajaran kontekstual akan sangat membantu guru untuk menghubungkan materi pelajaran dengan situasi dunia nyata dan memotivasi siswa untuk membentuk hubungan antara pengetahuan dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehai-hari sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan pemaknaan sebuah pembelajaran akan dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Melalui pendekatan kontekstual siswa menemui hubungan yang sangat bermakna antara ide-ide abstrak dan penerapan praktis dalam konteks dunia nyata.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS